![]() |
The Queen
Review : Movies
Category : Drama
My points : 4* (recommended)
Elizabeth I
Review : TV Mini series
Category : Drama
My points : 5* (highly recommended)
I have already joined myself in marriage to a husband, namely the kingdom of England -pidato Queen Elizabeth I didepan parlemen
Ada tiga artis Inggris yang bertarung dalam perebutan piala Oscar 2007. Mereka adalah Helen Mirren (The Queen), Dame Judi Dench (Notes on a Scandal) dan Kate Winslet (Little Children). Saya sendiri menjagokan Helen Miren karena memang ngefans berat. Terbukti memang actress alumni Royal Shakeaspeare Company RSC (lembaga teater klas wahid di inggris) ini sungguh matang dalam berkarir.
Saya dibilang telat menikmati aktingnya. Pertama kali adalah ketika nonton The Calender Girls (2003) sebagai perempuan paruh baya dari desa di Yorkshire yang mengajak anggota dharma wanita bertelanjang untuk seri kalender demi sebuah charity. Disana Helen bermain sebagai Chris Harper bersama Julie Walters sebagai duo ibu-ibu ndeso yang karena kalender hebohnya merambah Hollywood. Konyol, lucu, menghibur tapi juga sangat mengharukan.
Lantas di televisi ia muncul di Prime Suspect sebagai detektif Jane Tennison yang mengepalai Scotland Yard mengurai berbagai kasus kejahatan di London. Saya cuma nonton The Last Witness (2003) yang berisi tentang pembunuhan pengungsi Bosnia hingga mengejar penjahat perang ke Serbia. Helen sempat dinominasikan Emmy untuk peran menantang ini.
Nah the Queen sendiri saya tonton di Sunnyvale tepat sehari sebelum balik ke Inggris. Ngga tau mungkin saking kangennya dengan setting british. Sebenarnya saya agak males terutama karena tema cerita tentang Ratu Elizabeth II dalam menghadapi kematian Lady Diana tahun 1997 (gosh ...hampir sepuluh tahun yang lalu) dalam kecelakaan mobil di Paris.

Dalam the Queen Helen tampil sedikit kikuk (mungkin karena begitulah aturan protokeler) tapi wah...gaya pidato dan bicaranya betul-betul jelmaan Ratu Inggris itu. Kisah The Queen sendiri diawali dengan terpilihnya Tony Blair sebagai Perdana Menteri Inggris dari partai Buruh setelah sekian lama dalam genggaman Partai Konservative. Dalam mengawali pemerintahannya Tony membawa hawa segar sebagai generasi baru politisi yang trendy dan tidak formal. Hampir pararel dengan yang dilakukan Lady Diana yang menghembuskan sisi glamour dan manusiawi dalam kerajaan Inggris. Tentu saja hal begini sedikit berlainan dengan
garis yang dilakukan keluarga kerajaan yang aristokrat.
Yang menjadi inti The Queen adalah pergulatan Ratu Inggris Elizabeth II menghadapi perubahan yang diluar kemampuannya. Kematian Lady Diana yang membuat seluruh rakyat Inggris berkabung ingin diselesaikannya dengan sederhana dan private. Namun desakan publik dengan ditunjukkan dengan simpati rakyat membuat Ratu ini merubah sikap.
Ah saya jadi bisa memahami betapa beratnya menjadi seorang Ratu hasil didikan Perang Dunia II yang keras, membangun negeri Inggris dari porak poranda, mengepalai 54 negara commonwealth. Hmm luar biasa! Ia memang ditakdirkan tegas, keras kepala dan sangat berpendirian teguh. Bayangin aja sang Ratu ini masih sering nyetir sendiri dengan Land Rover tua-nya di sekitar Balmoral Castle -tempat ia tinggal ketika berita meninggalnya Diana disampaikan padanya.
Nonton the Queen ingatan saya adalah pada Diana -the princess's heart kembali menoreh. Jangan heran saya masih bisa menitik airmata melihat film ini. Betapa Diana menyentuh manusia seperti saya ini mengalahkan batas geografis. Helen Mirren sendiri menurut saya enggak berakting maksimal disini. Tapi memang Mirren adalah favorit publik Amerika saat ini. Apalagi sebelumnya ia menancapkan diri dengan mini seri Elizabeth I di stasiun HBO hasil kerjasama dengan Channel 4 UK.

Elizabeth I adalah ratu Inggris (1533-1603) yang berhasil membawa kembali kejayaan Inggris di tengah pertarungan sektarian antara Protestan dan Katolik. Elizabeth juga dikenal sebagai the "Virgin Queen" karena tidak menikah hingga akhir hayatnya. Di jaman pemerintahannya teater tumbuh dengan marak (William Shakeaspeare menghasilkan karya2 besar saat Elizabeth bertahta). Elizabeth adalah karakter yang cerdas, multi-talented, focus, dan sangat dedicated.
Peran ini dimainkan dengan kuat oleh Mirren dalam dua seri televisi Elizabeth yang diputar di US April tahun lalu. Jeremy Irons yang bermain sebagai Robert Dudley -Earl of Leicester mengakui bahwa Mirren mampu menampilkan karakter Elizabeth dengan perubahan emosi yang cepat sesuai dengan kondisi psikologisnya yang moody. Saya menyaksikan Mirren seperti menikmati aksi di sebuah panggung besar. Penuh dengan kostum dan setting menarik, lengkap dengan permainan ala teater yang memuaskan. Cerdas dengan pidato2nya yang begitu terkenal, dandanan serba putih pucatnya yang menjadi trade mark Elizabethian Era.
Secara keseluruhan saya lebih puas nonton Elizabeth ketimbang the Queen. Mirren juga tampil all out disini. Kesuksesan Elizabeth di hati publik Amerika kemungkinan akan menghantarkannya untuk Academy Award (Oscar) tahun ini untuk film The Queen. Rakyat Amerika memang mempunyai keinginan tersendiri dengan cerita aristokrat inggris. Entah mungkin romantisme kisah sang putri dan sang pangeran atau mungkin keingin tahuan mereka tentang Lady Diana Spencer.Kita lihat aja deh...
Berikut trailer the Queen, saya engga bisa menemukan trailer Elizabeth.
