Monday, January 12, 2009

Kinky Boots (2005) : Apapun dilakukan untuk sebuah sepatu

Ngga tau kok akhirnya nonton lagi film ini. Lucu, konyol tapi menyentuh juga. Bagaimanapun sebagai cucu pembuat sepatu saya ngerasa wajib nonton ini.

Cerita nyata tentang sebuah pabrik sepatu di Northampton yang harus merubah ideologi untuk bisa bertahan di pasaran. Charlie Price mewarisi bisnis sepatu dari sang ayah. Hasil produknya adalah sepatu kulit pria yang berkesan klasik dan aristokrat.

Karena didera hutang, kompeni harus memecat pegawai dan kemudian menutup pabrik. Hingga sang desainer sepatu Laurel mengusulkan merubah desain. Ide kemudian didapatnya dari sang waria Lola yang pernah ditolong (?) Charlie di jalan.

Film ini pararel dengan Calendar Girls (2003), semacam follow up. Walau ngga sesukses Calender tapi Kinky Boots punya kekuatan. Yakni menceritakan kekuatan untuk bertahan hidup. bermain sebagai Lola, Chiwetel Ejiofor adalah pusat perhatian disini. Betul-betul karakter yang mengisi sepenuhnya dan jadi nafas.

Kinky Boots sangat entertaining, bisa dilihat siapa aja dan memeberikan nilai untuk saling toleransi biarpun berbeda.

Warning :
Untuk anak2 harus dijelaskan tentang waria dan kehidupannya.

0 comments: