<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879</id><updated>2009-10-12T18:47:39.418-07:00</updated><title type='text'>nontonfilmindie</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-3659927321353159273</id><published>2009-01-12T07:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T13:06:05.727-08:00</updated><title type='text'>Vicky Christina Barcelona (2008) : Ketika cinta begitu kompleks</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SWuwrAoKCEAAAG4VoyM1"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SWuwrAoKCEAAAG4VoyM1/Picture-8.png?et=tqlYaMW2PijstR9c4Wv5WA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Mungkin film ini menggambarkan cinta itu sendiri. Penuh liku dan sisi. Dari manis, pahit, passion, jelousy, kesetiaan dan juga putus asa. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Adalah Vicky dan Christina yang menikmati musim panas di Barcelona. Vicky (Rebecca Hall) sedang riset untuk master dan Christina (Scarlett Johansson) yang habis putus dengan pacarnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam sebuah kesempatan yang mengantarkan mereka dengan seorang pelukis Juan Antonio (Mr. C asked me about my opinion, and yes he is sooooo sexy) -yang menawarkan untuk mengunjungi galeri dan rumahnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam whirlwind yang membuat ketiga orang ini terlibat dalam penelusuran tentang relationship. Makin seru kemudian ketika calon suami Vicky datang dari New York untuk melaksanakan pernikahan. Disusul mantan istri Juan Antonio yang temperamental (dimainkan sangat cantik oleh Penelope Cruz- gosh she is the star). &lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang bikin mengganggu sebenarnya adalah si narator. Photography juga biasa hanya saja didukung setting yang romantis dan cakep. Tapi pengenalan karakter sungguh intens dan mendalam. Sangat kuat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti biasa Woody Allen membuat film-nya trade mark yang tidak dipunyai sutradara lain. Sangat spesifik dan fokus. Tetapi melihat dari banyak aspek, hingga tidak berkesan sederhana lagi. Mr. C sendiri ngga menyadari kalau ini karya terakhir Woody hingga saya sebutkan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika film berakhir membuat kami jadi saling bertukar komentar. Tentang begitu materialistiknya orang Amerika dan degradasi 'cinta' itu sendiri. Hingga mempertanyakan apakah cinta dan komitmen itu dua hal yang sama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Well, terserah aja yah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Warning :&lt;/span&gt;&lt;br&gt;some hot scene but not such  'dirty'&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-3659927321353159273?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/3659927321353159273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=3659927321353159273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3659927321353159273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3659927321353159273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2009/01/vicky-christina-barcelona-2008-ketika.html' title='Vicky Christina Barcelona (2008) : Ketika cinta begitu kompleks'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-3756725408716997655</id><published>2009-01-12T07:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T12:45:59.869-08:00</updated><title type='text'>Kinky Boots (2005) : Apapun dilakukan untuk sebuah sepatu</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SWurmgoKCEAAAAO31kk1"&gt;&lt;img style="width: 185px;height: 277px;" class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SWurmgoKCEAAAAO31kk1/Kinky-boots.jpg?et=pKhDrvGCutwNN0u07cymKw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Ngga tau kok akhirnya nonton lagi film ini. Lucu, konyol tapi menyentuh juga. Bagaimanapun sebagai cucu pembuat sepatu saya ngerasa wajib nonton ini. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Cerita nyata tentang sebuah pabrik sepatu di Northampton yang harus merubah ideologi untuk bisa bertahan di pasaran. Charlie Price mewarisi bisnis sepatu dari sang ayah. Hasil produknya adalah sepatu kulit pria yang berkesan klasik dan aristokrat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena didera hutang,  kompeni harus memecat pegawai dan kemudian menutup pabrik. Hingga  sang desainer sepatu Laurel mengusulkan merubah desain. Ide kemudian didapatnya dari sang waria Lola yang pernah ditolong (?) Charlie di jalan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Film ini pararel dengan &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0337909/"&gt;Calendar Girls (2003)&lt;/a&gt;, semacam follow up. Walau ngga sesukses Calender tapi &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0434124/"&gt;Kinky Boots&lt;/a&gt; punya kekuatan. Yakni menceritakan kekuatan untuk bertahan hidup. bermain sebagai Lola, Chiwetel Ejiofor adalah pusat perhatian disini. Betul-betul karakter yang mengisi sepenuhnya dan jadi nafas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kinky Boots sangat entertaining, bisa dilihat siapa aja dan memeberikan nilai untuk saling toleransi biarpun berbeda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;Warning :&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Untuk anak2 harus dijelaskan tentang waria dan kehidupannya. &lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-3756725408716997655?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/3756725408716997655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=3756725408716997655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3756725408716997655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3756725408716997655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2009/01/kinky-boots-2005-apapun-dilakukan-untuk.html' title='Kinky Boots (2005) : Apapun dilakukan untuk sebuah sepatu'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-8290477564305460258</id><published>2009-01-04T05:29:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T11:08:36.310-08:00</updated><title type='text'>Darjeeling Limited (2007) : Kalau Saudara Tak Saling Percaya</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SWEG-QoKCEAAAF3lFUU1"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SWEG-QoKCEAAAF3lFUU1/Picture-2.png?et=NJAzQtzTTq3VKiyFPMRiNA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Dibanding film Marley and Me (2008) yang kemungkinan 'boring', saya memilih nonton Owen WIlson di Darjeeling Limited dengan &lt;a href="https://www.netflix.com/Register"&gt;nyewa DVD&lt;/a&gt;. Seingat saya udah pernah nonton, tapi kok kayaknya keselip. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Film garapan Wes Anderson ini digolongkan komedi. Ngga tau alasan katagori ini, tapi menertawakan tokoh2 disini seperti insulting. Ada nada getir, dark humor dan juga absurd. Terlebih kisah ceritanya yang seperti dongeng seribu malam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Adalah tiga bersaudara Whitman : Francis, Peter dan Jack yang bertahun-tahun ngga pernah ngobrol sepeninggal ayah mereka. Sebagai anak tertua Francis mengorganisir untuk melakukan perjalanan 'religius' dengan kereta di India, melewati kuil dan pemujaan. Katanya, sebagai pencerahan dan untuk menyatukan kembali ikatan persaudaraan yang hilang. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadilah petualang ketiga karakter ini melewati berbagai tempat di Rodhpur, Rajasthan sebagai bentuk pencarian identitas. Ada kompleksitas yang melibatkan masa lalu dan hubungan dengan orangtua. Si ayah yang terlalu memanja, si ibu yang meninggalkan mereka untuk menjadi misionaris hingga tentang istri, pacar dan relasi (assistant precisely, how bizzare you think if he was bringing macbook and printer fax machine into the train in the middle of India?). &lt;br&gt;&lt;br&gt;Film ini cerdas sekali, banyak petunjuk yang ditinggalkan untuk pemirsa. Tidak seperti Hollywood bockbuster yang cenderung menjelaskan secara eksplisit, Darjeeling memilih meletakkan kesimpulan pada masing2 interpretasi. Ada karakter yang misterius seperti Bill Murray yang mengejar kereta bareng dengan Peter, kemudian Natalie Portman yang berada di ranjang (ehm dia tampil nude di film 12 menit &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0838221/"&gt;&lt;a href="http://hotelchevalier.com/"&gt;&lt;span id="intelliTXT"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hotel Chevalier&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/a&gt;sebagai prologue Daejeeling), yang tentu menjadi buah bibir spekulasi penikmat film. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Daejeeling ini saya surprised dengan Owen Wilson. Kayaknya kemampuan akting dia lebih dari cukup untuk sekelas biasa2 aja ( maen dengan cewek nextdoor Jennifer Anniston itu menunjukkan ia turun klas malahan). Potensinya besar sekali, apalagi disejajarkan dengan Adrien Brody (The Pianist) atau si pemberontak Jason Schwatzman. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kualitas cinema photography sungguh cantik, dengan kamera bergerak tak terduga. Banyak panning tapi tidak terlalu mengganggu. Secara skrip tertata rapi dan multi dimensi, ngga bisa dinikmati lurus-lurus aja. Ada kemungkinan percabangan cerita yang membuat Darjeeling begitu kompleks dan kaya. So begitu selesai, akan ada harapan pemirsa untuk mengetahui kelanjutannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Film ini bukan komedi yang konyol dan physical, tapi mengingatkan seperti Lost in Translation (2003 Sofia Coppola). Sungguh absurd tapi memberikan dimensi yang baru, beda dan mencerahkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Trailer film bisa dijumpai &lt;a href="http://www.apple.com/trailers/fox_searchlight/thedarjeelinglimited/"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;Warning : &lt;/span&gt;&lt;br&gt;Some harsh scenes (cremation, sexual encounter but not nude except at Hotel Chevalier). &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;Recommended :&lt;/span&gt;&lt;br&gt;To people who want to know what the meaning of travel and what you expect from your family. &lt;br&gt;&lt;h1&gt;&lt;br&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-8290477564305460258?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/8290477564305460258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=8290477564305460258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/8290477564305460258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/8290477564305460258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2009/01/darjeeling-limited-2007-kalau-saudara.html' title='Darjeeling Limited (2007) : Kalau Saudara Tak Saling Percaya'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-7681719865352617478</id><published>2009-01-02T13:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T18:10:05.043-08:00</updated><title type='text'>Gran Torino (2008) : Tak Seindah American's Dreams</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SV7IsQoKCEAAACCxTdc1"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SV7IsQoKCEAAACCxTdc1/Picture-1.png?et=ec72KLoX42xhRQwELbD0HQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini adalah film kontemporer Amerika yang paling jujur, provocative dengan membawa nilai-nilai yang terlihat berat : rasial, agama, disfungsi keluarga, gangster, hingga mulai runtuhnya industri mobil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tadinya saya pengen nonton setelah diresensi NY Times. Kesannya adalah sebuah media pembelajaran tentang apa yang terjadi dalam konteks kekinian Amerika. Bukan seperti Dirty Harry atau Bill Munny di Unforgiven (1992). Diantara film ‘biasa’ ternyata Grand Torino tampil dengan elegan dan mengena.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Adalah Walt Kowalski veteran perang Korea yang memilih menghabiskan waktu tuanya di teras rumah, ditemani anjing setia Daisy sembari minum bir murahan. Merasa tidak dekat dengan dua anaknya, Walt ini seperti gambaran Dirty Harry yang tua dan rapuh. Dabaikan system dan seperti terjebak dalam waktu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Film ini tidak bercerita tentang America’s dream atau indahnya kehidupan di US. Tapi sebuah proses perubahan dari kacamata Walt. Karakternya yang keras dan kaku tapi penolong beradu dengan keasingannya dengan keluarga sendiri. (si cucu yang tergiur mobil ‘vintage’ grand torino atau anak mantu yang mengambili perhiasan istrinya). &lt;br&gt;&lt;br&gt;Cerita berakhir dengan ending yang tak diduga. Emosi banyak disini tapi surprisingly sangat menghibur. Dark humor dan cynical tampil cerdas sekali. Film yang bakal mengaduk emosi dan perenungan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;Warning : &lt;/span&gt;&lt;br&gt;Bahasa yang kasar dengan Fwords, ngga bagus buat anak2 tapi okeh untuk remaja.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-7681719865352617478?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/7681719865352617478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=7681719865352617478' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/7681719865352617478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/7681719865352617478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2009/01/gran-torino-2008-tak-seindah-american.html' title='Gran Torino (2008) : Tak Seindah American&amp;#39;s Dreams'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-3673493289677908292</id><published>2008-11-06T11:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T17:04:19.905-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='british'/><title type='text'>The Constant Gardener (2005) : kesetiaan cinta</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SROOHAoKCEAAAG6ONMo1"&gt;&lt;img style="width: 179px; height: 246px;" class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SROOHAoKCEAAAG6ONMo1/Picture-1.png?et=Mm9foTFVxvHBtRkUnc62rw&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena Obama menang pemilu hingga lantas nonton film ini. Udah ngebet lama, cuma sempat dinikmati setelah Ganges (nyusul deh review-nya). Benang merah penghubung Obama dan film ini adalah Kenya -negeri asal ayah Obama di Africa sana. Tempat yang menjadi inti cerita, sumber konflik dan petualangan seorang Justin Quayle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film &lt;a href="http://www.theconstantgardener.com/"&gt;The Constant Gardener&lt;/a&gt; ini bertutur cinta. Sebenarnya sedikit alergi untuk genre macam ini. Tapi karena Mr. C bilang "recommended" ya udah saya simak. Well, klo dia bilang bagus berarti emang ngga cengeng, bukan tipe termehek-mehek gitu. (Dia sempat memberi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hint&lt;/span&gt;, endingnya entar di sebuah telaga dilatari sunset. Pokoknya romantis...hwaaaa anyes dah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dibuka dengan scene yang memilukan. Kematian seorang aktivis muda nan cantik Tessa (Rachel Weisz - inget Mummy?) yang ditemukan diperkosa kemudian dibunuh dengan keji. Adalah Justin Quayle (Ralph Fiennes)  sang suami yang melacak siapa yang bertanggung jawab. Melewati tiga benua Africa-Eropa dan Canada. Melibatkan korupsi, persekongkolan dari tingkat lokal hingga global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur cerita jadi flashback. Bagaimana si naive dan impulsive Tessa jatuh cinta pada Justin yang reserved sebagai diplomat rendah di British High Commissioner di Kenya. Secara kebetulan Tessa menemukan bahwa perusahaan farmasi di Kenya memberikan obat dan serum HIV dan TB  ternyata terlibat dalam proses eksperimen yang lebih besar. Skandal yang kemudian mengakibatkan kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justin ternyata juga harus berdamai dengan masa lalu Tessa yang tidak diketahuinya sekaligus mencari tahu kedalaman cintanya sendiri. Sebuah perjalanan yang menyakitkan, penuh liku dan proses psikologis yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangkat dari novel karya penulis kawakan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_le_Carr%C3%A9"&gt;John le Carré &lt;/a&gt;rasanya membuat jaminan skrip yang okeh. Si Tessa dimainkan cantik oleh Rachel hingga membawa piala Oscar untuknya. Yang pasti penghargaan film terbaik di BAFTA (2006) mengukuhkan film ini sebagai non-hollywood blockbuster dengan kualitas okeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mungkin terlalu berharap pada si Ralph Fiennes. Terlalu mengingatkan saya pada &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0116209/"&gt;English Patient&lt;/a&gt;, membuat karakter Justin kurang greget. Cuman dia kok masih tetep cakep gitu ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting di Kenya dan Sudan cukup menggetarkan. Bukan saja melihat dari dekat kemiskinan dan konflik tapi juga kenyataan keras tentang hidup. Indahnya lansekap seperti dihadapkan pada gubuk reyot para pengungsi. Sang sutradara dari Brazil, Fernando Meirelles cukup mengerti kenyataan pahit ini membuat gambar begitu indah dan menyentuh. Pergulatan batin dan keingintahuan Justin mencari cinta yang hilang tergambar runtut dan menyayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tidak ada airmata ketika film ini selesai. Tapi ada penyadaran baru, saya juga menemukan arti kesetiaan cinta yang dicari Justin. Seperti dibilang, film berakhir di sebuah telaga nan cantik Magadi, dengan cahaya kemilauan matahari dan kelopak sayap burung skimmer yang membelah angkasa. Ah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warning&lt;/span&gt; : few nudity scene, no violances been represent here eventhough the casualties can be devastating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-3673493289677908292?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/3673493289677908292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=3673493289677908292' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3673493289677908292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3673493289677908292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/11/constant-gardener-2005-kesetiaan-cinta.html' title='The Constant Gardener (2005) : kesetiaan cinta'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-283919294323881812</id><published>2008-10-30T07:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T12:23:06.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='documentary'/><title type='text'>Born Into Brothels (2004) : bukan takdir yang merubah, tapi harapan</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQoGggoKCEAAADnH1dY1/Picture-25.png?et=DdkWdDj3OtaJ91ldtdD0%2CA&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"There is nothing called hope in my future" -Avijit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kisah yang begitu inspiring tentang anak-anak yang terlahir di tempat kumuh red district Sonagochi, Calcutta India, berjuang di keseharian ditemani seorang photografer wanita Zana Briski.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya saya males nonton, mungkin temanya yang agak ngeres. Rasanya kok gelap. suram dan menyedihkan. Tapi begitu terduduk, saya terpaku. Ini film bukan sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dibuka dengan narasi Puja, gadis kecil nan riang, cantik dan cerdas menceritakan tentang kawan-kawannya. Ada Avijit, si anak bongsor yang menolak disebut gembul tapi sangat berbakat artistik. Ada Gour, kurus tinggi dan punya daya imajinasi tinggi. Ada Kochi, gadis pemalu yang lebih suka mengamati adik kecil dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puja si gadis mbeling itu juga bercerita tentang Malik, yang selalu mengajaknya bersepeda keliling kompleks. Kedekatannya dengan Malik lebih seperti kakak, yang selalu menjaganya. Shanti, gadis pendiam yang lebih suka menceritakan kehidupan sehari-hari, lepas dari penatnya red districts. Suchitra yang tinggal menunggu waktu untuk menyusul menjadi wanita pekerja seksual dalam usia yang masih begitu muda, 14 tahun. Juga Tapasi yang lebih suka mengambil gambar adiknya ketika makan atau menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak ini hidup bersama orangtuanya di daerah hitam Sonagochi, tidak bersekolah karena sistem pendidikan menolak mereka. Adalah &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.zanabriski.com/"&gt;Zana Briski,&lt;/a&gt; photografer yang mendapat tugas menfoto kehidupan hitam wanita pekerja seks ini untuk projectnya. Untuk mendalami tugas, Zana akhirnya tinggal dan berinteraksi dengan anak-anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga terpetik untuk memberikan les foto bagi mereka sekali seminggu, melatih mereka menggunakan kamera poket dengan film. Dimulai dari cara menggunakan kamera, meloading film, membuat komposisi, dan yang terpentting adalah mengapresiasi karya mereka sendiri dan kawan2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak ini adalah sebuah permainan, tapi bagi Zana adalah bentuk ekplorasi dunia yang susah untuk ditembusnya. Lokalisasi sangat sensitif, terlebih jika itu tentang anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zana kemudian membawa karya anak-anak ini untuk dijual lelang di lembaga photo dunia dan dipamerkan di New York. Salah satu dari mereka, bahkan diundang ke Belanda untuk menjadi juri di &lt;a href="http://www.worldpressphoto.org/"&gt;World Press Photo&lt;/a&gt; mewakili suara anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton film dokumenter ini haruslah melepas prejudice, bahwa orangtua mereka yang salah. Iyah tapi lihatlah mereka, bakat yang luar biasa yang diasah oleh sebuah tangan yang pintar. Film-nya sendiri lebih bersifat catatan apa saja yang dilakukan. Bagaimana mereka belajar, kehidupan sehari-hari dan terlebih perspektif mereka terhadap hidup itu sendiri. Lihatlah karya-karya mereka yang mengagumkan, jujur, exploative dan liar dalam bentuk artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amati kamera bergerak mengikuti mata anak-anak, yakni mencoba mengambil dari posisi rendah. Jadi jarang terlihat orang dewasa, kecuali memang dimaksudkan sebagai bagian cerita. Zana bekerja dengan Ross Kauffman mendokumentasikan kisah dari dua sisi, yakni dirinya sendiri dan dari anak-anak.  Film ini adalah raja film indie tahun 2004/2005, dengan sederet penghargaan dari piala Oscar (Academy) hingga Sundance. Usaha Zana ini dilanjutkan dengan yayasan &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.kids-with-cameras.org/home/"&gt;Kids With Camera,&lt;/a&gt; yang berusaha memberikan tampungan sementara dan pengajaran bagi anak di wilayah Calcutta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada optimisme tapi juga keputusasaan yang dipancarkan Zana ketika pontang-panting mengusahakan anak2 itu diterima sekolah. Seperti yang saya duga, beberapa anak belum bisa menerima perbedaaan hidup. Tapi bukankah kita  berusaha yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir terletak di tangan manusia yang berusaha untuk mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warning&lt;/span&gt; : some harsh words and upsetting scene, although most of the scenes in the brothel none of adult contents been view explicitly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-283919294323881812?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/283919294323881812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=283919294323881812' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/283919294323881812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/283919294323881812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/10/born-into-brothels-2004-bukan-takdir.html' title='Born Into Brothels (2004) : bukan takdir yang merubah, tapi harapan'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-4675935982880857878</id><published>2008-10-29T08:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T12:22:31.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='australia'/><title type='text'>Rabbit Proof Fence (2002) : kebaikan untuk siapa</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQjCowoKCEAAABqSvi01"&gt;&lt;img style="width: 184px; height: 277px;" class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQjCowoKCEAAABqSvi01/Picture-24.png?et=1AUNUIiGBFw6eSWpjAJIAw&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh sekali, saya tidak menangis ketika nonton film ini. Tapi saya berurai air mata ketika melihat cuplikan dokumenter bagaimana mensyuting adegan penculikan yang dramatik.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0252444/"&gt;&lt;br /&gt;Rabbit Proof Fence&lt;/a&gt; adalah kisah tiga anak blasteran Aborigin yang diambil dari keluarga dengan paksa untuk ditampung di kamp Moore River dekat kota Perth di tahun 1931an. Kisahnya sendiri diambil dari buku karya Doris Pilkington Garimara yang menuturkan kisah ibuknya, Molly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu anak blasteran dilokalisasikan untuk mendapat pendidikan, kesehatan dan ajaran agama menurut standar kolonial Inggris. Si empunya kuasa, A.O Neville digambarkan tidak ingin ras campuran ini 'bercampur' menjadi identitas baru. Maunya di'putihkan' hingga jejak aborigin menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kolonial, memang pengambilan anak itu wujud pertanggungjawaban mereka. Kebaikan yang diharapkan membuat masa depan anak2 blasteran itu sederajat. Tapi mencabut anak2 dari akar budaya dan akar ekosistem membuat mereka menjadi Stolen Generation -generasi yang kehilangan identitas, baik ras agama dan budaya. Membuat saya tepekur sejenak, apakah perilaku kita terhadap masyarakat indigenious (suku asli) adalah refleksi Neville? saya tak mau bertanya lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pemain muda Australia ini tampil mengesankan, terutama Molly (Sampi) dan adiknya Daisy (Sainsbury). Karakter Molly yang mbeling, pemberontak, pintar dan natural leader menggiring pemirsa pada perjalanan panjang hampir 1000 mile (1,600km loh!) melewati alam yang tak bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan pengambilan paksa itu sendiri dilakukan paling akhir dari film karena paling emosional dan traumatik. Sutradara Philip Noyce (The Quiet American -Michael Caine, anyone?) menjaga agar anak-anak ini bisa melalui proses syuting dengan baik. Karena sekali ambil, adegan ini kudu sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, komentar anak-anak itu. Kini mereka tahu, kini mereka bukan lagi generasi yang hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan dokumenter di &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=gP7DCG31OJM&amp;amp;feature=related"&gt;Youtube ini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;dan trailer bisa ditonton&lt;a href="http://movies.nytimes.com/movie/262133/Rabbit-Proof-Fence/trailers"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0252444/videogallery"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-4675935982880857878?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/4675935982880857878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=4675935982880857878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/4675935982880857878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/4675935982880857878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/10/rabbit-proof-fence-2002-kebaikan-untuk.html' title='Rabbit Proof Fence (2002) : kebaikan untuk siapa'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-6780283694798904362</id><published>2008-09-21T17:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T21:45:37.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='british'/><title type='text'>Son of Rambow (2007) : kreativitas anak-anak yang liar</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SNcc4woKCEAAAAQMZQ41"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SNcc4woKCEAAAAQMZQ41/Son-of-Rambow.jpg?et=saG2mPTDHDwbOI5ZQuYlkw&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika dua orang anak terinspirasi film Rambo First Blood? Yups...jadilah film &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0845046/"&gt;Son of Rambow&lt;/a&gt; ini yang kocak, mengharukan dan memberikan bahan renungan buat orang dewasa. Mengambil setting di sebuah sekolah pada musim panas di Inggris tahun 80an, adalah seorang anak nakal biang keributan bernama Lee Carter yang kehabisan cara agar disetrap gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sebenarnya hidup berkecukupan, tapi sering ditinggal ortunya. Kesehariannya ia ditemani sang kakak yang ternyata mempunyai pekerjaan membuat kopi film ilegal. Secara kebetulan, Lee berkenalan dengan Will seorang anak dari keluarga penganut agama &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plymouth_Brethren"&gt;Kristen Brethen&lt;/a&gt; yang taat. Mulailah persahabatan yang unik, dimulai dari Lee yang berusaha menggunakan Will. Yah abis si Will ini lugu dan baek banget sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kamera kakaknya, Lee ingin membuat film bersama Will. Sebuah project maen-maen. Sayangnya karena ajaran agamanya, Will tidak diperkenankan menonton gambar bergerak. Tapi si Will ini sebenarnya mempunyai bakat artistik yang terpendam. Buku Bible-nya dipenuhi dengan imajinasi dan coretan lukisan. Bahkan ia membuat mini kartun agak cerita lebih hidup. Konsep di kepalanya seperti sebuah dongeng yang akhirnya dituangkan dalam pembuatan film.  Imajinasi Will yang liar membuatnya sebagai aktor merangkap sutradara yang tak kenal takut berekperimen. Bahkan sama sekali tidak mempunyai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'sense of dangerous'&lt;/span&gt; semata-mata untuk memenuhi kreativitasnya. Sedangkan Lee yang tadinya berlagak boss, mulai menghargai talenta Will merubah persahabatan menjadi saling hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka cara bertutur yang nyantai dan tidak terlalu terbebani. Karena masih anak2 plus aktor2 baru Will Poulter dan Bill Milner tampil alami. Terlebih pemeran Will yang terkadang putus asa ketika imajinasinya terbelenggu. Adegan lucu sebenarnya sedikit dipaksakan. Tapi ya namanya film anak2 emang faktor action itu perlu banget.  Reputasi film ini bukan maen2. Selain tampil di Sundance Film Festival (barometer indie), juga di Toronto, London dan beberapa festival lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari film ini adalah bahwa &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;bullying&lt;/span&gt; memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;circle of evil.&lt;/span&gt; Artinya seorang menjadi bully biasanya punya pengalaman terdahulu. Seperti Lee yang anak nakal di sekolah ternyata adalah korban dari kakaknya sendiri. Sedangkan dari Will saya belajar bahwa kreativitas terpendam bisa menjadi ekplosive.  Ohya kenapa judulnya ada "w" nya? itu sih masalah copyright aja. Tapi si Stallone sendiri memberi restu untuk film ini. Apalagi muncul &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0462499/"&gt;Rambo 4&lt;/a&gt; di tahun 2008. Wah kok ngepas ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warning&lt;/span&gt; : some reckless actions, film for kids but with parents advisory.&lt;br /&gt;Nonton di DVD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trailer di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=3zL6w5xmKl8&amp;amp;feature=related"&gt;Youtube&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-6780283694798904362?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/6780283694798904362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=6780283694798904362' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/6780283694798904362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/6780283694798904362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/09/son-of-rambow-2007-kreativitas-anak.html' title='Son of Rambow (2007) : kreativitas anak-anak yang liar'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-2751875309108282520</id><published>2008-09-09T12:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T17:03:39.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='british'/><title type='text'>The Bank Job (2008) : kerinduan  penjahat yang cerdas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SMcOytkNtfI/AAAAAAAAA4c/6IofGMH98so/s1600-h/Picture+20.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 207px; height: 280px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SMcOytkNtfI/AAAAAAAAA4c/6IofGMH98so/s320/Picture+20.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244176555483969010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin film ini adalah &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0240772/"&gt;Ocean Eleven&lt;/a&gt; versi indie.Tanpa Clooney, Pitt dan  sekuelnya yang melibatkan perempuan asoi seperti Zeta Jones atau Julia Roberts. &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0200465/"&gt;The Bank Job&lt;/a&gt; sesungguhnya mampu menyejajarkan diri dengan alumni Hollywood, bahkan lebih lurus dalam penggarapan. Mencoba funky, hip seperti era gelapnya London 70an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diproduksi sepenuhnya di Inggris, dilatari kisah nyata operasi membobol bank di Baker St London, cerita sebenarnya bukanlah rencana serba matang ala Ocean Eleven tapi malah pasca pembobolan. Bukan uang hasil jarahan tapi material lain yang menyeret  dalam pertikaian politik dan korupsi  yang melibatkan MI5, polisi, mafia hingga monarki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diawali dengan tawaran manis untuk merampok bank penuh dengan deposit perhiasan. Tanpa mereka sadari sebenarnya perampokan itu adalah salah satu scenario yang lebih besar dari permainan untuk menutupi skandal seorang putri monarki inggris (f&lt;span style="font-style: italic;"&gt;or your curiosity she is not Diana&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jason Statham sebagai Terry Leather  dibilang tampil dengan kharisma. Abis suaranya sekseh sih, dengan aksen &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cockney"&gt;Cockney&lt;/a&gt;-nya yang kental.  Setelah sukses dengan &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0293662/"&gt;Transpotter&lt;/a&gt; (berikut serialnya)  Jason menjadi pilihan cantik sebagai bad guys yang disulap menjadi hero. Burrows yang tampil ‘bergairah’ sebagai Martine, cewek penuh latar belakang yang mencurigakan plus aktor2 berbakat lainnya berhasil menghidupkan karakter yang bertaburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau ngga secepat Ocean, tapi ritme film lebih tertata sebelum mencapai chaos setelah berhasil menjebol ruang kotak deposit.  Salut banget dengan penyampaian sutradara yang membuat rute linier kemudian membuat pecah dalam beberapa sub stories dan membiarkan seperti ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;out of control’ &lt;/span&gt;layaknya kisah itu sendiri. Pergumulan dan kejutan dibuat alami, bahkan terpola. Tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;patchy&lt;/span&gt;, dan selalu kembali ke alur utama. Intens terasa banget, hingga klimaks yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skrip dibuat cerdas dengan joke brits banget. Mungkin perlu subtitle inggris untuk membantu mencerna. Ah shame Danny Ocean…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warning&lt;/span&gt; : some nudity scene, so many F words, not for kids&lt;br /&gt;Nonton di DVD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trailer di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=uYikhDiNgcc"&gt;Youtube&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-2751875309108282520?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/2751875309108282520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=2751875309108282520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2751875309108282520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2751875309108282520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/09/bank-job-2008-kerinduan-penjahat-yang.html' title='The Bank Job (2008) : kerinduan  penjahat yang cerdas'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SMcOytkNtfI/AAAAAAAAA4c/6IofGMH98so/s72-c/Picture+20.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-2360569010514203030</id><published>2008-09-07T08:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T17:05:37.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foreign'/><title type='text'>Diarios de motocicleta (Motorcycle Diaries 2004) : Andai saya mencinta Ernesto</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 184px; height: 276px;" class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SMQsUwoKCEAAAFuX0JM1/Picture-6.png?et=yRIOnNOEgRIH3Bt5pE49jw&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Es tan corto el amor y tan largo el olvido.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Love is so short and forgetting is so long. Pablo Naruda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saya dilahirkan lebih dari limapuluh tahun lalu. Andai saya menemaninya sekolah kedokteran di Córdoba Argentina, andai saya berada di bangku sepedamotornya, andai saya menjelajah Amerika Latin bersama Ernesto. Ah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diangkat dari perjalanan dua sahabat  &lt;a href="http://www.imdb.com/character/ch0027645/"&gt;Ernesto Guevara de la Serna&lt;/a&gt; dan Alberto Granado. Film-nya sendiri banyak mengambil dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Motorcycle_Diaries"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Motorcycle-Diaries-Notes-American-Journey/dp/1876175702/ref=pd_sim_b_1"&gt;catatan harian&lt;/a&gt; yang juga ditulis Ernesto dan memoir dari Alberto : &lt;a href="http://www.amazon.com/Travelling-Che-Guevara-Alberto-Granado/dp/1844134261/ref=sr_11_1?ie=UTF8&amp;amp;qid=1220815385&amp;amp;sr=11-1"&gt;The Making of Che Guevera.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Journey dua orang ini melalui jalanan dan pegunungan Argentina, Chili, Peru, Colombia hingga menyentuh Venezuela. Mentargetkan 8000km menyusur pantai barat Amerika Latin yang ganas dengan sepedamotor Norton 500cc. Lantas apa yang membuat Ernesto yang ditakdirkan sebagai hedonis, middle class, calon dokter bermasa depan cerah  menjadi seorang revolusioner Che Guevera?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dicoba dijabarkan dalam &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0318462/"&gt;film Motorcycle Diaries,&lt;/a&gt; bagaimana backpacking merubah pandangan, kepercayaan bahkan masa depan seseorang. Filmnya sendiri mengalir datar, sepertinya memang sengaja dibuat semi dokumenter. Yang saya kagumi adalah pembangunan karakter yang jelas terlihat dari bagaimana mereka menanggapi perubahan. Ernesto yang romantis, ganteng dan jujur. Seorang yang deep thought tapi sangat berpendirian kukuh. Alberto yang easy going, teasing dan lebih sosial menggambarkan tipikal kalangan menengah yang ingin menikmati hidup. Alberto mungkin seperti 'whiner' alias tukang mengeluh. Sedang Fuser (aka Ernesto) adalah seorang didepan, pengambil keputusan yang konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mereka menemui kenyataan pahit bahwa America dan Native America (Indian dan Maya) masih dalam jajahan. Ketidak adilan, kemiskinan dan ketidak berdayaan menyadarkan bahwa mereka ini sebenarnya lebih beruntung dari pekerja tambang, imigran, ataupun penderita lepra yang mereka obati di klinik San Pablo, Peru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai dokumenter film ini ngepas banget. Photography istimewa, menyuguhkan realitas pahit. Ada potongan2 still motion yang dibuat hitam putih seperti photo. Menggambarkan sisi penting manusia-manusia yang mereka temui, persis Alberto yang menggunakan kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan bahwa orang2 didalamnya nyaris tanpa skrip. Wawancara dengan suku Indian atau Maya atau dengan anak kecil yang mengantarkan mereka di Cuzco. Semua berjalan alami. Bahasa Spanyol membuat makin mudah proses interaksi keduanya dengan penduduk, hal yang membuat film bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang ada yang kosong. Adalah musik ilustrasi yang membuat film ini sunyi. Ada moment-moment yang cantik yang bisa membuat penonton makin terseret dengan iringan yang pas. Tapi Walter Salles nampaknya memilih menggunakan kemasan musik yang jelas memerlukan musik, bukan tid bits disana-sini. Jelas mengembalikan esensi film sebagai setengah dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa baru nonton sekarang? well, alasannya klise. Saya pengen nonton berdua, diskusi dengan kawan hidup saya yang pernah ke &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Machu_Picchu"&gt;Peru&lt;/a&gt;. Tentang politik kiri (benarkah komunisme lebih dekat ke socialism), tentang kolonialisme Spanyol dan efek panjang terhadap rakyat Amerika Selatan. Katanya, ia rindu kembali kesana. Bahkan membilang, kemungkinan besar tidak ada perubahan dalam rentang limapuluh tahun ini. Rakyat Amerika masih di tingkat kemiskinan yang sama, dalam level korupsi yang mungkin lebih menggila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini hanya membuka wacana untuk Naruda, Carlos Fuentes, Gabriel Garcia Marquez, ataupun Che dan Castro. Seperti mereka, ada romantisme yang mengharu biru. Membuat saya makin mencinta Ernesto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warning&lt;/span&gt; : some scenes about leprocy and ill people&lt;br /&gt;Nonton di DVD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trailer di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=7u0U3dbVMHk"&gt;Youtube&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7u0U3dbVMHk&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7u0U3dbVMHk&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-2360569010514203030?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/2360569010514203030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=2360569010514203030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2360569010514203030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2360569010514203030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/09/diarios-de-motocicleta-motorcycle.html' title='Diarios de motocicleta (Motorcycle Diaries 2004) : Andai saya mencinta Ernesto'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-3241850686824877400</id><published>2008-09-04T09:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T13:40:43.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='british'/><title type='text'>Brick Lane (2007) : perempuan dan pergulatan nilai Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SMBHnZMSioI/AAAAAAAAA4U/bZd9jmyV6yQ/s1600-h/Picture+5.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SMBHnZMSioI/AAAAAAAAA4U/bZd9jmyV6yQ/s320/Picture+5.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242268708362160770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;As on &lt;a href="http://nontonfilmindie.blogspot.com/"&gt;nontonfilmindie&lt;/a&gt; blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0940585/"&gt;film Brick Lane&lt;/a&gt; ini dibuat di London, &lt;a href="http://www.guardian.co.uk/uk/2006/jul/29/topstories3.books"&gt;ancaman dan kutukan bagi kru&lt;/a&gt; mewarnai riuhnya kontroversial. Begitu novel dengan judul yang sama &lt;a href="http://www.amazon.co.uk/Brick-Lane-Monica-Ali/dp/0552771155/ref=sr_1_1?ie=UTF8&amp;amp;s=books&amp;amp;qid=1220558699&amp;amp;sr=1-1"&gt;karya Monica Ali&lt;/a&gt; ini mendapat berbagai penghargaan, saya sudah menduga karena tema yang diangkat cukup sensasional, sensitive dan kemungkinan menimbulkan konflik sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini memang tentang perempuan, pergulatan batin antara etika, kultur, agama dan nilai. Adalah Nazneen, gadis ingusan dari Bangladesh yang disunting pria berumur yang belum pernah ia temui untuk tinggal di UK. Enam belas tahun kemudian, Nazneen mencapai kulminasi dengan anak-anak makin besar dan bentuk cintanya terhadap suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benturan dengan budaya barat agaknya tidak terhindari terutama ketika Nazneen harus mencari tambahan penghasilan demi anak2nya. Film, teve, dan lingkungan mengubah nilai-nilai tradisional yang dulu di pegangnya. Walau secara isi, film ini kompleks banget, tapi lumayan dijabarkan dengan lurus -ini yang mungkin membedakannya dengan novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah Gavron si sutradara yang juga seorang wanita mampu menangkap esensi cerita dan memvisualisasikannya dengan cantik. Keindahan pedesaan, dinginnya flat abu-abu di Brick Lane, isolasi sosial, dan kegundahan Nazneen yang  diutarakan dalam bahasa tubuh ketimbang teks. Beda sekali dengan novel yang penuh dengan deskripsi, di film ini diubah menjadi media gambar yang puitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema Islam memang jadi tembok besar bagi sutradara untuk menyentuhnya. Bukankah susah sekali memberi tahu bahwa film/novel adalah sebuah fiksi? tetapi hujatan terhadap film dari kalangan muslim inggris khususnya imigran Pakistan/Bangladesh membuat saya sedih.  Toh ini hanya sebuah cerita yang mungkin mewakili hati perempuan2  di Brick Lane walau tidak semua seperti Nazneen yang kemudian menjalin affair. Sebuah perilaku yang tabu untuk disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brick Lane agak lamban, terutama di awal hingga hampir pertengahan. Bagi yang membaca novelnya pasti bisa memahami, tapi buat film goers agaknya sedikit boring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warning&lt;/span&gt; : some sexual scenes, cukup sehat di tonton anak-anak 17th keatas&lt;br /&gt;Nonton di pesawat (lupa dimana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trailer di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=f8PKMvlUUzQ&amp;amp;feature=related"&gt;Youtube&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/f8PKMvlUUzQ&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/f8PKMvlUUzQ&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-3241850686824877400?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/3241850686824877400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=3241850686824877400' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3241850686824877400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3241850686824877400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/09/brick-lane-2007-perempuan-dan.html' title='Brick Lane (2007) : perempuan dan pergulatan nilai Islam'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SMBHnZMSioI/AAAAAAAAA4U/bZd9jmyV6yQ/s72-c/Picture+5.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-2260973893168464284</id><published>2008-09-02T12:14:00.001-07:00</published><updated>2008-09-02T13:21:21.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='french'/><title type='text'>Le Scaphandre et le papillon (The Diving Bell and the Butterfly 2007)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SL2Qtm2F2lI/AAAAAAAAA4M/l9uNC8aPNMo/s1600-h/Picture+17.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SL2Qtm2F2lI/AAAAAAAAA4M/l9uNC8aPNMo/s320/Picture+17.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241504654525061714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ngga salah jika film &lt;a href="http://video.movies.go.com/thedivingbellandthebutterfly/main.html"&gt;The Diving Bell and the Butterfly &lt;/a&gt;penuh dengan siraman pujian pengamat seantero dunia  dari BAFTA, Academy hingga Cannes. Yaks jadi bintang indie di tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangkat dari novel jurnalis dan editor Elle Magazine,  &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Diving_Bell_and_the_Butterfly"&gt;Jean-Dominique Bauby&lt;/a&gt; ketika ia terkena stroke yang berakhir dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;locked-in syndrome&lt;/span&gt;, kondisi yang secara mental masih terjaga tapi secara fisik lumpuh. Bauby menuliskan memoir ini dengan menggunakan kerdipan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dibuka dengan upaya Bauby memahami kondisinya. Seperti kita si pemirsa ikutan terperangkap dalam tubuh, menanyakan apa yang terjadi. Orang-orang disekitarnya dari istri dan tiga anak, perempuan simpanan, kawan dekat, terapis, hingga sang ayah diceritakan dengan kesenduan dan realitas. Kemudian mulailah sedikit demi sedikit bergerak keluar, dengan melihat dari ‘luar’ termasuk melihat iamginasi dan impian-impian liar Bauby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya film ini akan diproduksi Hollywood dengan artis Johnny Depp. Tapi batal karena berbagai alasan hingga akhirnya disutradarai Julian Schnabel kawan Depp. Demi orisinilitas, Diving Bell tetap dalam bahasa Perancis terutama karena berkaitan dengan alphabetical French.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan The Diving Bell adalah cara menyusun cerita yang kompleks  antara flash back dan on-off memory, photography yang arty banget khas perancis dan dialog yang minim tapi bermakna. Khusus sinematography lebih banyak menggunakan still motion tanpa dialog karena menvisualisasi pikiran Bauby. Saya menyebutnya agak surealis. Antara nyata dan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti film ini bukannya makin sedih tapi  malah mengingatkan bahwa apapun bisa terjadi dalam kedipan mata. Sebuah hidup ternyata penuh makna. Menerima kematian menjadi perjuangan dan harapan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warning&lt;/span&gt; : some nudity scene, surrealist combined with imaginary scenes, not for kids&lt;br /&gt;Nonton di DVD&lt;br /&gt;Trailer di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=t4Ek4ZBpshs&amp;amp;feature=related"&gt;Youtube&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/t4Ek4ZBpshs&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/t4Ek4ZBpshs&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-2260973893168464284?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/2260973893168464284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=2260973893168464284' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2260973893168464284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2260973893168464284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/09/le-scaphandre-et-le-papillon-diving.html' title='Le Scaphandre et le papillon (The Diving Bell and the Butterfly 2007)'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uVlwXCt4L_g/SL2Qtm2F2lI/AAAAAAAAA4M/l9uNC8aPNMo/s72-c/Picture+17.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-2510239689245280191</id><published>2008-08-14T05:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T09:24:45.672-07:00</updated><title type='text'>Bottle Shock (2008) : bukan kejutan lagi</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SKRZVQoKCEAAAAzES641"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SKRZVQoKCEAAAAzES641/Picture-7.png?et=ldP%2CLENn1o0MVtJ0MXh2nQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wine is sunlight held together by water&lt;/span&gt;. Galileo Galilei&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya tidak tahu kenapa kebun anggur selalu dikonotasikan dengan romantic dan eksotisme. Film &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sideways"&gt;Sideways&lt;/a&gt; misalnya walau penuh hal absurd tapi rangkaian cerita cinta masih terjalin disana. Well, sort of.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maka menonton &lt;a style="font-weight: bold;color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.bottleshockthemovie.com/"&gt;Bottle Shock&lt;/a&gt; seperti menyeret saya pada area yang sama. Hanya saja cinta segitiga antara Bo Barret –yang dimainkan lumayan oleh Chris Pane dengan si cantik tomboy Sam dengan Gustavo Brambila –si imut imigran dari Meksiko yang dimainkan Freddy Rodriguez membuat karakter di film ini terbangun. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Hanya saja begitu cerita tentang &lt;a style="font-weight: bold;color: rgb(255, 102, 0);" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chateau_Montelena"&gt;Chateau Motelena&lt;/a&gt; bergulir, romantisme lantas ditanggalkan. Dalam beberapa hal film ini kehilangan konsentrasi. Di satu sisi ingin menggambarkan anak muda hippies Bo yang ingin menunjukkan pada ayahnya Jim (dimainkan cantik oleh Bill Pullman), disisi lain ingin menilik kisah botol wine kejutan yang dicari oleh Steve Spurrier (Alan Rickman) -ahli wine yang technically not French but British.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karakter Steve inilah sebenarnya yang mengikat cerita dengan manis. Alan Rickman seperti biasa menjadi seorang sinister, jujur dan juga konvensional seperti seorang Inggris. Misinya sangat mulia : mencari produksi wine dari Napa Valley di California yang mampu mengalahkan wine dari Perancis. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setting tahun 70an sebenarnya pas banget, serasa lebih funky dengan soundtrack dari era segitu. Tapi seperti dibilang di &lt;a href="http://thepour.blogs.nytimes.com/2008/08/08/bottle-shock/"&gt;NY Times review&lt;/a&gt;, film ini memang untuk menghibur meski diangkat dari kisah nyata. Dibuat dengan low budget, menjadi pembuka di festival film indie Sundance 2008 cukup meyakinkan bahwa film ini mendapat hati di kalangan penikmat film independen. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya menikmatinya. Tidak seperti meminum segelas anggur. Tapi karena memahami bahwa untuk menciptakan anggur yang baik, adalah buah tangan seni. Dimulai dari air, tanah, udara, temperature hingga  fermentasi-nya sendiri. Prosesnya itu jauh lebih indah. Apalagi jika dengan hasil yang mengejutkan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;So, film ini layak disimak. Ringan tapi tidak entengan. Dengan sinematorafi  yang menawan. Kamera dibuat menerbangi wilayah &lt;a style="color: rgb(255, 102, 0);" href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/album/56/I_Think_I_See_Vineyards_Everywhere"&gt;Napa dengan kebun anggurnya &lt;/a&gt;yang luas terbentang diantara sunset dan sunrise. Menggambarkan awal industri wine di wilayah ini juga cukup meyakinkan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ahya kisah si Bottle Shock ini ternyata berakhir  di  &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Smithsonian_National_Museum_of_American_History" class="mw-redirect" title="Smithsonian National Museum of American History"&gt;Smithsonian National Museum of American History&lt;/a&gt;. Menciptakan sejarah meletakkan Napa Valley di peta New World Wine dan menjadikan awal eksplorasi tempat-tempat baru yang menghasilkan wine terbaik. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Anyway saya belum pernah bikin wine dari anggur. Hanya pernah mencoba dari buah blackberries. Hasilnya? Waaaaa…. Masih disimpan di kolong Weymouth selama 4 tahun ini. Sapa tau hasilnya lebih jos dalam 10 tahun lagi. He he he…..&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;ps : saya bingung mengindonesiakan wine dengan anggur. Karena keduanya berbeda. Wine adalah hasil fermentasi dari buah anggur baik yang merah (ungu) ataupun hijau. Analognya seperti padi dan nasi. Karena belum nemu pengganti yang pas, saya tetap gunakan wine. &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-2510239689245280191?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/2510239689245280191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=2510239689245280191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2510239689245280191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2510239689245280191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/08/bottle-shock-2008-bukan-kejutan-lagi.html' title='Bottle Shock (2008) : bukan kejutan lagi'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-7431361759028063532</id><published>2008-04-01T12:20:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T16:22:01.611-07:00</updated><title type='text'>History Boys (2006) : Pass it On !</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/photos/hi-res/upload/R-LCWAoKCEAAAD6jMdc1"&gt;&lt;img style="width: 157px; height: 228px;" class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-LCWAoKCEAAAD6jMdc1/Picture%203.png?et=p5GI9DdyQcgT1RgHAGK%2B9g&amp;amp;nmid=&amp;amp;nmid=89163811" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All knowledge is precious, take it, feel it and pass it on &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Hector)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru bisa nonton film ini setelah melewati masa keemasan di tahun 2006-2007. Diangkat dari naskah drama di West End London oleh penulis Alan Bennet yang kemudian diangkat menjadi sebuah film komedi, witty, cerdas dan mencerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diangkat dari keinginan sekelompok anak muda dari Sheffield yang ingin memasuki universitas bergengsi di Oxford dan Cambridge di Inggris. Mereka ini berasal dari kalangan pekerja (working class), dari sebuah county Yorkshire. Ohya di Inggris, jika anda ditanya dari Yorkshire asosiasinya adalah anda ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong ndeso kluthuk,&lt;/span&gt; terutama dengan aksen yang sangat beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Hector (Richard Griffiths) sang guru  idealis dan inspirational yang menjadi inti cerita. Juga anak laki2 yang mbeling, ndugal tapi cerdas dan cekatan. Tokoh lain adalah Pak Kepala sekolah (Clive Merrison) , Mrs Lintot (Frances de la Tour) dan tak lupa guru yang ditugaskan untuk memberikan pelajaran tentor yang 'benar' Tom Irwin (Stephen Campbell Moore).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog yang menyegarkan, cerdas dan sangat cepat membuat ini harus membuat saya terjaga setiap saat. Bahasa tubuh yang diperkaya kemampuan akting di panggung membuat para pemain tampil dengan optimal. Ngga salah deh kalau drama ini mendapat penghargaan 6 buah Tony Award penghargaan tertinggi drama. Sedang filmnya lebih berkesan indie namun nafas drama tetap tampil mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ruang diskusi tentang sejarah, knowledge, seksualitas dan tentu kemampuan percaya pada diri sendiri. Saya sungguh menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kutipan menarik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i class="fine"&gt;[about A.E. Housman&lt;/i&gt;] &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Timms&lt;/b&gt;: Wasn't he a nancy, sir? &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Hector&lt;/b&gt;: Foul, festering, grubby-minded little trollop! Do not use that word! &lt;br /&gt;[&lt;i class="fine"&gt;Hits him on the head with an exercise book&lt;/i&gt;] &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Timms&lt;/b&gt;: But you use it, sir! &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Hector&lt;/b&gt;: I do, sir, I know, but I am far gone in age and decrepitude.&lt;br /&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/i2GxIpjAFTA&amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/i2GxIpjAFTA&amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-7431361759028063532?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/7431361759028063532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=7431361759028063532' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/7431361759028063532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/7431361759028063532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2008/04/history-boys-2006-pass-it-on.html' title='History Boys (2006) : Pass it On !'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-2007168513276029523</id><published>2007-09-23T15:00:00.000-07:00</published><updated>2007-09-23T19:01:53.563-07:00</updated><title type='text'>Beyond Rangoon : apa arti damai  </title><content type='html'> &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/upload/RvcYbgoKCrwAAFQicBM1"&gt;&lt;center&gt;&lt;img class="alignmiddle" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RvcYbgoKCrwAAFQicBM1/Picture%206.png?et=chV5cxbN%2CPcuVvIbxXdHEw" border="0"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;font style="color: rgb(204, 0, 0);" size="3"&gt;&lt;a href="http://www.nontonfilmindie.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menonton film ini sebenarnya kebetulan saja. Di awal cerita, digambarkan keindahan delta sungai Mekong dan stupa candi nan menawan diantara semburat jingga sunset. Patung raksasa Buddha yang tergeletak, diantara rimbunan hutan membuat saya penasaran. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Beyond Rangoon adalah film penuh dengan pergulatan batin manusia, ketidakberdayaan, perjuangan dibalut konflik politik Burma yang kental. Saya sempet mikir bahwa film ini khusus dibuat untuk menceritakan pada dunia tentang Aung San Suun Kyi tokoh demokrasi peraih Nobel 1991.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Cerita diawali perjalanan ke Burma oleh dua bersaudara dokter wanita Laura  (Patricia Arquette) and Andy Bowman (Frances McDormand). Laura ditemani kakaknya ini ingin melupakan tragedy yang menimpa dirinya. Suami dan anak dibunuh dalam sebuah perampokan berdarah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tanpa sengaja, Laura terjebak dalam lautan demokrasi pelajar dipimpin Sun Kyi melawan junta militer. Walau selamat, ia menyaksikan perlawanan perempuan itu menghadapi militer dengan senyum.  Karena kehilangan paspor, Laura terpaksa tinggal di Rangoon hingga mendapatkan surat jalan dari Kedutaannya. Kembali ia dipertemukan dengan Professor (A Aung Ko), seorang mantan dosen yang dilarang mengajar karena keberpihakannya dengan gerakan demokrasi. Dari sini dimulailah petualangan Laura untuk mengetahui apa yang terjadi di bumi Burma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;off beaten track &lt;/span&gt;dari atraksi turis. Beyond Rangoon.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya gemas dengan Patricia Arquatte yang bermain sebagai Laura. Dia tampil begitu ‘vulnarable’ sebagai perempuan. Emotionally unstable dan ringkih. Karakter Laura yang seharusnya berkembang, dengan pergulatan batin nampak kurang greget dimainkannya. Konflik batin tentang perannya sebagai dokter dan ketidakmampuannya untuk menyelamatkan nyawa tidak tergali lebih dalam.  Patricia ini adalah pilihan kedua setelah Meg Ryan (dengan alasan yang engga diketahui) menolak peran ini. Waduh padahal menantang banget! &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sang Proffesor dimainkan oleh expat dari Burma, U Aung Ko tampil dengan bahasa tubuh yang bagus namun minim facial –expression. Agak datar gituh.  Tapi bintang sebenarnya dari film ini tentu saja Aung Saan Sun Kyi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;How could this woman influenced the whole nation?&lt;/span&gt; Waw…ngga bisa dibandingkan dengan Mega deh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font style="font-weight: bold;" size="3"&gt;Beyond Rangoon adalah film penuh kekerasan&lt;/font&gt;. Saya harus memperingatkan anda yang enggak tahan film perang. Sutradara John Boorman nampaknya membiarkan detail2 perang terlihat jelas di layar. Belakangan ini saya mulai lihat film2 perang walau dengan hati berat seperti Saving Private Ryan. Tapi di Beyond Rangoon malah mengembalikan ingatan pada tragedy Semanggi sepuluh tahun lalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya sendiri cumin ngasih 2.5* untuk film ini. Banyak kedodoran di sisi script dan narasi. Akting juga enggak terlalu hebat. Tapi untuk sebuah film perang (konflik) Beyond Rangoon bisa dibilang diatas rata2.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Beyond Rangoon (1995)&lt;br&gt;Review : Movies&lt;br&gt;Category : Drama, based on actual event&lt;br&gt;My points : 2.5* (it's ok but shold be better)&lt;br&gt;Watched 23rd September 2007 at Taiwan TV&lt;br&gt;&lt;br&gt;Directed by John Boorman. Written by John Boorman, Bill Rubenstein and Alex Lasker. Produced by John Boorman, Barry Spikings and Eric Pleskow. A Columbia release. Drama. Rated R for depiction of violent political oppression. Running time: 99 min&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-2007168513276029523?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/2007168513276029523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=2007168513276029523' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2007168513276029523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2007168513276029523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2007/09/beyond-rangoon-apa-arti-damai.html' title='Beyond Rangoon : apa arti damai  '/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-3167081166174790432</id><published>2007-01-23T12:28:00.000-08:00</published><updated>2007-01-23T12:31:32.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='british'/><title type='text'>The Queen &amp; Elizabeth I : Helen Mirren Menuju Oscar</title><content type='html'>&lt;table style="margin-top: 5px; width: 47px; height: 46px;" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="1" class="sqtdq"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/upload/RbZrSgoKCrwAAHXpsko1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/upload/RbZruQoKCrwAAHXikPE1"&gt;&lt;img style="width: 164px; height: 220px;" class="alignright" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RbZruQoKCrwAAHXikPE1/Picture%203.png?et=D2IDNXEUTHxI48P0Zb7R4g" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="1"&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;The Queen&lt;br&gt;Review : Movies&lt;br&gt;Category : Drama&lt;br&gt;My points : 4* (recommended)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Elizabeth I &lt;br&gt;Review : TV Mini series &lt;br&gt;Category : Drama&lt;br&gt;My points : 5* (highly recommended)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;font face="Arial,Helvetica"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;I have already joined myself in marriage to a husband, namely the kingdom of England&lt;/span&gt; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font class="sqq"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;-pidato Queen Elizabeth I didepan parlemen&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;Ada tiga artis Inggris yang bertarung dalam perebutan piala Oscar 2007. Mereka adalah Helen Mirren (The Queen), Dame Judi Dench (Notes on a Scandal) dan Kate Winslet (Little Children). Saya sendiri menjagokan Helen Miren karena memang ngefans berat. Terbukti memang actress alumni &lt;a href="http://www.rsc.org.uk/home/default.aspx"&gt;Royal Shakeaspeare Company RSC &lt;/a&gt;(lembaga teater klas wahid di inggris) ini sungguh matang dalam berkarir. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya dibilang telat menikmati aktingnya. Pertama kali adalah ketika nonton &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);" href="http://www.imdb.com/title/tt0337909/"&gt;The Calender Girls (2003) &lt;/a&gt;sebagai perempuan paruh baya dari desa di Yorkshire yang mengajak anggota dharma wanita bertelanjang untuk seri kalender demi sebuah charity. Disana Helen bermain sebagai Chris Harper bersama Julie Walters sebagai duo ibu-ibu ndeso yang karena kalender hebohnya merambah Hollywood. Konyol, lucu, menghibur tapi juga sangat mengharukan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Lantas di televisi ia muncul di Prime Suspect sebagai detektif Jane Tennison yang mengepalai Scotland Yard mengurai berbagai kasus kejahatan di London. Saya cuma nonton The Last Witness (2003) yang berisi tentang pembunuhan pengungsi Bosnia hingga mengejar penjahat perang ke Serbia. Helen sempat dinominasikan Emmy untuk peran menantang ini. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Nah the Queen sendiri saya tonton di Sunnyvale tepat sehari sebelum balik ke Inggris. Ngga tau mungkin saking kangennya dengan setting british. Sebenarnya saya agak males terutama karena tema cerita tentang Ratu Elizabeth II dalam menghadapi kematian Lady Diana tahun 1997 (gosh ...hampir sepuluh tahun yang lalu) dalam kecelakaan mobil di Paris. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="../../photos/hi-res/upload/RbZpDAoKCrwAAFGMWEI1"&gt;&lt;img style="width: 223px; height: 148px;" class="alignleft" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RbZpDAoKCrwAAFGMWEI1/Picture%204.png?et=ZpKHMsZiFj7wArBpN8mS%2Cg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Dalam the Queen Helen tampil sedikit kikuk (mungkin karena begitulah aturan protokeler) tapi wah...gaya pidato dan bicaranya betul-betul jelmaan Ratu Inggris itu. Kisah The Queen sendiri diawali dengan terpilihnya Tony Blair sebagai Perdana Menteri Inggris dari partai Buruh setelah sekian lama dalam genggaman Partai Konservative. Dalam mengawali pemerintahannya Tony membawa hawa segar sebagai generasi baru politisi yang trendy dan tidak formal. Hampir pararel dengan yang dilakukan Lady Diana yang menghembuskan sisi glamour dan manusiawi dalam kerajaan Inggris. Tentu saja hal begini sedikit berlainan dengan &lt;br&gt;garis yang dilakukan keluarga kerajaan yang aristokrat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="../../photos/hi-res/upload/RbZnpwoKCrwAAD9a7qE1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Yang menjadi inti The Queen adalah pergulatan&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Elizabeth_II_of_the_United_Kingdom#Residence"&gt; Ratu Inggris Elizabeth II&lt;/a&gt; menghadapi perubahan yang diluar kemampuannya. Kematian Lady Diana yang membuat seluruh rakyat Inggris berkabung ingin diselesaikannya dengan sederhana dan private. Namun desakan publik dengan ditunjukkan dengan simpati rakyat membuat Ratu ini merubah sikap. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ah saya jadi bisa memahami betapa beratnya menjadi seorang Ratu hasil didikan Perang Dunia II yang keras, membangun negeri Inggris dari porak poranda, mengepalai 54 negara commonwealth. Hmm luar biasa! Ia memang ditakdirkan tegas, keras kepala dan sangat berpendirian teguh. Bayangin aja sang Ratu ini masih sering nyetir sendiri dengan Land Rover tua-nya di sekitar &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);" href="http://www.balmoralcastle.com/"&gt;Balmoral Castle&lt;/a&gt; -tempat ia tinggal ketika berita meninggalnya Diana disampaikan padanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Nonton the Queen ingatan saya adalah pada Diana -the princess's heart kembali menoreh. Jangan heran saya masih bisa menitik airmata melihat film ini. Betapa Diana menyentuh manusia seperti saya ini mengalahkan batas geografis. Helen Mirren sendiri menurut saya enggak berakting maksimal disini. Tapi memang Mirren adalah favorit publik Amerika saat ini. Apalagi sebelumnya ia menancapkan diri dengan mini seri Elizabeth I di stasiun HBO hasil kerjasama dengan Channel 4 UK. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="../../photos/hi-res/upload/RbZnpwoKCrwAAD9a7qE1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="../../photos/hi-res/upload/RbZn9AoKCrwAAEHA-7o1"&gt;&lt;center&gt;&lt;img class="alignmiddle" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RbZn9AoKCrwAAEHA-7o1/Picture%202.png?et=zfinRI9BZnxVz4kTUuB0SA" border="0"&gt;&lt;/center&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Elizabeth_I_of_England"&gt;Elizabeth I &lt;/a&gt;adalah ratu Inggris (1533-1603) yang berhasil membawa kembali kejayaan Inggris di tengah pertarungan sektarian antara Protestan dan Katolik. Elizabeth juga dikenal sebagai the "Virgin Queen" karena tidak menikah hingga akhir hayatnya. Di jaman pemerintahannya teater tumbuh dengan marak (William Shakeaspeare menghasilkan karya2 besar saat Elizabeth bertahta). Elizabeth adalah karakter yang cerdas, multi-talented, focus, dan sangat dedicated. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Peran ini dimainkan dengan kuat oleh Mirren dalam &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.hbo.com/films/elizabeth/"&gt;dua seri televisi Elizabeth &lt;/a&gt;yang diputar di US April tahun lalu. Jeremy Irons yang bermain sebagai Robert Dudley -Earl of Leicester mengakui bahwa Mirren mampu menampilkan karakter Elizabeth dengan perubahan emosi yang cepat sesuai dengan kondisi psikologisnya yang moody. Saya menyaksikan Mirren seperti menikmati aksi di sebuah panggung besar. Penuh dengan kostum dan setting menarik, lengkap dengan permainan ala teater yang memuaskan. Cerdas dengan pidato2nya yang begitu terkenal, dandanan serba putih pucatnya yang menjadi trade mark Elizabethian Era. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="../../photos/hi-res/upload/RbZnpwoKCrwAAD9a7qE1"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="../../photos/hi-res/upload/RbZqMAoKCrwAAGhafkk1"&gt;&lt;img style="width: 238px; height: 147px;" class="alignleft" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RbZqMAoKCrwAAGhafkk1/Picture%2015.png?et=2b1WbrjqephX1uNVsRZqCQ" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Secara keseluruhan saya lebih puas nonton Elizabeth ketimbang the Queen. Mirren juga tampil all out disini. Kesuksesan Elizabeth di hati publik Amerika kemungkinan akan menghantarkannya untuk Academy Award (Oscar) tahun ini untuk film The Queen. Rakyat Amerika memang mempunyai keinginan tersendiri dengan cerita aristokrat inggris. Entah mungkin romantisme kisah sang putri dan sang pangeran atau mungkin keingin tahuan mereka tentang Lady Diana Spencer.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kita lihat aja deh...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berikut trailer the Queen, saya engga bisa menemukan trailer Elizabeth. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;object height="350" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/L9ewaYstZi8"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/L9ewaYstZi8" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="350" width="425"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-3167081166174790432?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/3167081166174790432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=3167081166174790432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3167081166174790432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/3167081166174790432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2007/01/queen-elizabeth-i-helen-mirren-menuju.html' title='The Queen &amp; Elizabeth I : Helen Mirren Menuju Oscar'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-7672589829775693248</id><published>2006-11-23T23:22:00.000-08:00</published><updated>2007-01-17T11:35:40.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='america'/><title type='text'>Borat : Belajar American Culture dari orang Kazhazk</title><content type='html'>&lt;object height="350" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Fq_fzdEk0r8"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Fq_fzdEk0r8" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="350" width="425"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);" href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/entertainment/6119960.stm"&gt;Borat&lt;/a&gt; adalah karakter bikinan Sacha Baren Cohen seorang komedian asal Inggris. Bagi yang belum kenal sebenarnya ia juga membuat karakter serupa Ali G beberapa tahun lalu. Hanya saja kali ini Cohen lebih berhasil menampilkan satire dalam suasana kocak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Borat seorang jurnalis asal Kazhakhtan yang diminta melaporkan tentang Amerika dan membuat film. Seperti komedi UK yang kaya akan konsep, Borat tampil dengan cerdas. Tugasnya memang mewawancarai orang2 di Amerika untuk mengetahui gaya hidup dan sisi pandang mereka. Orang2 yang diwawancari ini tidak mengetahui bahwa Borat hanyalah karakter bukan seorang yang nyata. Jadi ketika wawancara seringkali adegan lucu dan terlihat shock culture yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya pengen nonton (saya belum nonton mungkin ngg sempat) karena Cohen tampil dengan jujur dan apanya. Komentar yang racist atau pendapat dari masyarakat yang belum tersentuh 'westernized' Seorang aktivis feminis bahkan meninggalkan forum karena komentar Borat yang sangat sexist. So why it's so funny?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik Amerika suka sekali dibuat konyol, sesuatu hal yang tidak bisa terjadi di UK. Masyarakat Inggris lebih menyukai komedi yang elegant, cerdas dengan sinisme yang tersembunyi. Sedang Amerika menyukai lelucon yang langsung, cenderung out of control dan sangat terbuka. Tidak ada "hidden agenda" dalam sebuah pernyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Yes Minister, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Adder"&gt;Black Adder&lt;/a&gt;, Only Fools and Horse, Fawlty Towers, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Monty_Python%27s_Flying_Circus"&gt;Monthy Pyton&lt;/a&gt; adalah sederetan british comedy yang sungguh sangat-sangat cerdas. Tapi belakangan ini beberapa british comedian mulai merambah Amerika dengan sedikit kompromi dengan budaya setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Office_%28UK_television_series%29"&gt;The Office&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; misalnya yang di BBC2 lumayan ratingnya secara mengejutkan mendapatkan sambutan luarbiasa publik US. Hanya karena Ricky Gervais menampilkan diri sebagai seorang boss yang kompulsif, control freak dengan gaya satire inggris yang dikemas lebih rileks. Bahkan saking disukainya, the Office (versi UK) diberikan inggris tittle untuk kata-kata yang mungkin tidak bisa dipahami publik amerika. Yah aksen londoners memang beda dengan new yorkers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya gaya mocking character seperti the Borat juga mulai disukai orang inggris. Masih ingat&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Little_Britain"&gt;Little Britain&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (plesetan dari Great Britain) yang dimainkan dua orang dengang berbagai karakter menarik. Yang terkenal adalah &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vicky_Pollard"&gt;Vicky Pollard &lt;/a&gt;oleh Matt Lucas atau &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Daffyd_Thomas"&gt;Daffyd s Thomas &lt;/a&gt;sebagai "the only gay in the village".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok back to Borat maka ini adalah salah satu kisah sukses satu lagi yang menunjukkan bahwa kita sebenarnya memang suka dibuat konyol, menertawakan diri sendiri. Ada benturan kultur yang jelas, namun terkadang kita tidak menyadari dan memilih melupakan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika pertama kali tiba di Inggris saya diperingatkan untuk ngg mandi seperti di Indonesia alias dengan air gebyur-gebyur. Atau ketika di US ini saya takjub dengan porsi makan perorang yang mungkin bisa dimakan 3 orang. Dan kemudian dibuang hampir separuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sepele, tapi sebuah pelajaran berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Borat, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Please you come to see my film, if it's not succes I will be executed"&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mungkin mantra yang manjur membuat film Borat no 1 untuk minggu ini di US.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-7672589829775693248?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/7672589829775693248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=7672589829775693248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/7672589829775693248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/7672589829775693248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2007/01/borat-belajar-american-culture-dari.html' title='Borat : Belajar American Culture dari orang Kazhazk'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-5101118356247768431</id><published>2006-10-23T19:39:00.000-07:00</published><updated>2007-01-17T11:30:12.924-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foreign'/><title type='text'>Mountain Patrol Kekexili : Ketika Harmoni Dengan Alam Terusik</title><content type='html'>&lt;a href="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/orig/RT0a3AoKCrwAAAqRXt41/1.png?et=RLgkyvMfQiJLwGhOluf3BQ"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/1/photos/upload/orig/RT0a3AoKCrwAAAqRXt43/2.png?et=ZYmgPuqqzNx2NsgWxu%2CxSw" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya nonton film ini ngg sengaja gara-gara ngg bisa tidur dalam perjalanan menuju Sunnyvale. Yang pertama mengusik adalah tema yang begitu tidak biasa yakni perjuangan melawan pemburu liar dengan mengusung bahasa ibu yakni China dan Tibet. Terlebih sesungguhnya film ini adalah produksi tahun 2004 yang kemudian peredarannya diambil alih oleh &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);" href="http://nationalgeographic.com/mountainpatrol/index.html"&gt;National Geoghraphic World Film&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;,&lt;/span&gt; Colombia Pictures dan Samuel Goldwyn Film untuk diputar di bioskop2 dunia September lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini adalah semi dokumenter dengan lokasi yang sepenuhnya diambil di pegunungan Himalaya tepatnya di Kekexili Nature Reserve. Sebuah tempat yang tidak ramah di belahan bumi ini di ketinggian diatas 5,000m. Antara Germu, Wudaoliang hingga ke Gunung Kunlun untuk bercerita tentang kisah harmoni alam yang terusik. Kekexili dianugerahi binatang antelope (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiru&lt;/span&gt;) yang terancam keberadaannya oleh pemburu liar. Dalam waktu kurang dari 10 tahun populasi antelope berkurang dari 1 juta menjadi hanya 10ribu karena diburu untuk diambil kulitnya sebagai pashima atau kain wool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak mampu mendapat dukungan dari pemerintah China akhirnya sekelompok penduduk membentuk tim sukarela untuk melawan para pemburu liar demi menjaga keberadaan binatang ini. Mereka bekerja keras ditengah alam yang keras, suhu yang rendah, dan terkadang harus dibayar nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diawali dengan kedatangan seorang photografer dari Beijing bernama Ga Yu (Zhang Lei) untuk meliput tentang meninggalnya seorang anggota patroli di Kekexili ini. Ri tai (Duo Bujie) sang komandan patroli menerima Ga Yu dengan tangan terbuka dan mengajaknya untuk melakukan patroli bersama selama 17hari. Ini tercatat sebagai patroli terakhir dan paling berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa pemandangan alam Tibet adalah kekuatan film ini, tapi sebenarnya yang menjadi sisi lain adalah kemampuan sutradara untuk memainkan karakter individu dengan sangat dinamis dengan pergulatan emosional yang sangat dalam. Sutradara muda Lu Chuan memilih untuk tetap mengambil lokasi sesuai dengan cerita sebenarnya walaupun harus dibayar dengan mountain sickness yang dialami hampir semua crew. Bahkan suatu saat ia tidak mampu berkata, memberi perintah untuk meneruskan pengambilan gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini bukan untuk mengambil simpati atau bercengeng ria. Namun sebuah pelajaran berharga tentang kekuatan survival dan keteguhan untuk mempertahankan alam. Beberapa bagian film ini begitu menampar saya tentang kerasnya kehidupan Himalaya. Ketika seorang anggota patroli mengejar pemburu liar ia harus berakhir dengan AMS &lt;a style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Acute_mountain_sickness"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(acute mountain sickness)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;ditandai berhentinya detak jantung. Salah seorang terjatuh dengan darah keluar dari mulut dan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seorang patroli Gua Liang yang berakhir dengan begitu mengenaskan ditelan keganasan pasir (quicksand) tertelan hidup-hidup di tengah padang tak bertuan. Jelas film ini menawarkan kekerasan namun tidak seperti kekerasan mafia. Ini adalah kombinasi kekerasan manusia dan alam. Sebuah ajakan untuk merenung bahwa manusia mempunyai tenaga destruktif yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini meraih berbagai penghargaan termasuk 2004 Golden Horse Award Taiwan, 2004 Special Jury di Tokyo dan salah satu nominasi 2005 Sundance Film Festival -sebuah festival film independent ternama di jajaran film US. Jadi memang pantas untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Links :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk melihat production diary bagaimana film ini dibuat dengan perjuangan para kru dan aktor silakan klik &lt;a href="http://nationalgeographic.com/mountainpatrol/prod_diary.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Review menarik dari New York Times &lt;a href="http://movies2.nytimes.com/2006/04/14/movies/14patr.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekexili di Movie Data Base &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0386651/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kekexili.com/english/"&gt;Save the Chiru &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="350" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/yHeQdNruOXY"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/yHeQdNruOXY" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="350" width="425"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-5101118356247768431?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/5101118356247768431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=5101118356247768431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/5101118356247768431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/5101118356247768431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2006/10/mountain-patrol-kekexili-ketika-harmoni.html' title='Mountain Patrol Kekexili : Ketika Harmoni Dengan Alam Terusik'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3130866071411702879.post-2261597516761395651</id><published>2006-10-15T19:33:00.000-07:00</published><updated>2007-01-17T11:31:53.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Maya Raya Daya : Woman's Beauty Not Always Woman's Power</title><content type='html'>&lt;object height="350" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/bjj04o7vcBQ"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/bjj04o7vcBQ" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="350" width="425"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;I was fortunated enough to watching four short movies about Indonesia's women in national televison few weeks ago. The projects were part of campaign program by one of the bigest beauty product bringing &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.hanyawanita.com/luxpromo/"&gt;a theme "Your Beauty is Your Power"&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;The four were great and enpowering -if that the producers wants, but for my view I choose the third movie : Maya Raya Daya. For under 10 minutes this movie gave a strong massage about Indonesia women. I'm rather say &lt;font style="color: rgb(255, 102, 0);" size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;this movie is disturbing, brutally honest and dilligently done. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;The story in this movie about three women in different time setting. Maya is a pretty girl who bringing up among feodal high caste Javanese family in 18th century. The tradition said that she will marry a noble man from same caste of her's -a man that already married with three kids. Then she faced the fact that she obliged to say nothing for what she feeling.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Then time changed into 1945's when Indonesia declared it's independence from Dutch and Japanese colonialsm. An attractive girl named Raya was facing reality that she can not joint her friends in Indonesian political movement which mushroomed during World War II. She was proposed to marry againts her will. She began experiencing physical abused that led her into desperation. She couldn't do anything only whispering 'tidak' (No) with a painful tone. &lt;br&gt;&lt;br&gt;The lady number three is Daya -a girl who lives in present time. Again the physical abuse were brought up into light, even now we have got clear picture about what the movie try to say. Yes the pictures there were disturbing, you will watching her pretty face became in ruins with fist marks. You will see how she changed from a bubbly young lady into a vulnerable woman. &lt;br&gt;&lt;br&gt;I must to say that after watching this short movie I remembered &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.imdb.com/title/tt0274558/"&gt;The Hours (2002) &lt;/a&gt;-a great movie about three women which received tremendous critics and awards. The pattern was the same that the ladies separated by time although they connected by a piece of Mrs Dalloway's novel. In this movie Nicole Kidman granted her first Oscar as writer Virginia Wolf who portrayed in mental instability then lead her in suicide.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maya Raya Daya project produced by a high acclaimed Indonesia woman's director &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.imdb.com/name/nm0504205/"&gt;Mira Lesmana.&lt;/a&gt; She's been producing great numbers of movies since Indonesia struggling with their own audiences. While Nan Achnas wrote the script the three characters on the movie done beautifully by a young actress Luna Maya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;I loves the cinematography of Maya Raya Daya which containing symbolic accounts of the events. From the savanna field into cold floor of traditional javanese's house. The camera recorded Luna Maya acts with several different moments of situation led you into the substantial changing. &lt;br&gt;&lt;br&gt;The music was great with a solo piano in the background just filling atmosphere sort of emptiness. The only thing that I found little bit annoying was the sound which being taken direct from the actress's source. I can hear buzzing of traffic when I was hoping there was only Luna Maya's voice. I knew that this is technically not difficult to 'extract' the unwanted background sound. Anyway I like the way they chose a contemporary themes rather than a traditional rhythm (say javanese gamelan). It was a right decision. &lt;br&gt;&lt;br&gt;I also praised Mira and Nan to avoid religious issue in this story. I knew it was hard not to put circumstances in the movie but by disguising behind cultural issue I have to admit it is a great escape. Even for me who grew up in Javanese family I can understand the pressure of the culture-based of marriage or relationship.By putting on the screen it's also give a strong impression that as a woman beauty means a power to make a decision, to make a choice. &lt;br&gt;&lt;br&gt;It's a power of strong will to pass the cultural burden that engraved Indonesian woman not to speak about domestic violence. It's not about domestic anymore, it's about a crime. &lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3130866071411702879-2261597516761395651?l=nontonfilmindie.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/feeds/2261597516761395651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3130866071411702879&amp;postID=2261597516761395651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2261597516761395651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3130866071411702879/posts/default/2261597516761395651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nontonfilmindie.blogspot.com/2006/10/maya-raya-daya-womans-beauty-not-always.html' title='Maya Raya Daya : Woman&apos;s Beauty Not Always Woman&apos;s Power'/><author><name>--ambar--</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12999920013163532449</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06540118515506287562'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>